Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Membangun Karakter Melalui Implementasi Model Pembelajaran Saintifik Learning

Dalam upaya terus mengembangkan metode pembelajaran yang efektif, Model Pembelajaran Saintifik Learning telah muncul sebagai solusi yang merangsang kreativitas dan pemahaman mendalam.

Terdiri dari lima sintak pembelajaran yang kuat, yaitu Mengamati, Menanya, Mengobservasi, Mengasosiasi, dan Mengkomunikasikan, model ini membuka pintu menuju pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mendorong eksplorasi mendalam. Mari kita telaah masing-masing sintak dan beberapa contoh implementasinya.

implementasi saintifik learning

1. Mengamati: Menyimak Dunia dengan Mata Tegak

`

Mengamati merupakan langkah awal dalam membangun pemahaman. Di tahap ini, siswa diajak untuk memperhatikan objek atau fenomena dengan saksama. Misalnya, dalam pelajaran biologi, siswa dapat mengamati siklus hidup serangga melalui video atau langsung di lapangan.

2. Menanya: Membangun Jembatan Pemahaman Melalui Pertanyaan

Tahap ini mendorong siswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang memancing rasa ingin tahu. Dalam pelajaran sejarah, siswa dapat bertanya mengapa peristiwa penting terjadi atau bagaimana peristiwa tersebut memengaruhi masa depan.

3. Mengobservasi: Eksplorasi Mendalam Melalui Pengamatan

Mengobservasi melibatkan pengumpulan data dan informasi yang lebih khusus. Misalnya, dalam pelajaran fisika, siswa dapat mengukur dan menganalisis perubahan panjang pegas saat diberi beban.

4. Mengasosiasi: Menghubungkan Titik-titik Penting dalam Pembelajaran

Sintak ini mendorong siswa untuk mengaitkan informasi yang telah mereka amati dan kumpulkan. Dalam mata pelajaran seni, siswa dapat mengasosiasikan gaya lukisan dengan konteks sosial dan budaya saat itu.

5. Mengkomunikasikan: Membagikan Pengetahuan dan Temuan

Langkah terakhir adalah mengkomunikasikan temuan dan pemahaman melalui berbagai cara, seperti presentasi, tulisan, atau diskusi. Dalam pelajaran bahasa Indonesia, siswa dapat mengkomunikasikan analisis sastra melalui esai atau presentasi lisan.

Contoh Implementasi Sintak dalam Pembelajaran Saintifik Learning:

Berikut beberapa contoh skenario pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran saintifik learning :

1. Materi: Ekosistem Hutan Tropis

  1. Mengamati: Siswa mengamati gambar dan video hutan tropis untuk mengidentifikasi komponen-komponen ekosistem.
  2. Menanya: Siswa merumuskan pertanyaan mengenai hubungan antara tanaman, hewan, dan lingkungan dalam hutan tropis.
  3. Mengobservasi: Siswa melakukan studi lapangan untuk mengamati berbagai spesies hewan dan tumbuhan dalam ekosistem hutan tropis.
  4. Mengasosiasi: Siswa menghubungkan informasi tentang rantai makanan dan ketergantungan antarorganisme dalam ekosistem.
  5. Mengkomunikasikan: Siswa membuat presentasi tentang pentingnya pelestarian hutan tropis dan dampaknya terhadap lingkungan.

2. Materi: Eksperimen Kimia Sederhana

  1. Mengamati: Siswa mengamati perubahan warna dan bentuk bahan kimia saat direaksikan.
  2. Menanya: Siswa mengajukan pertanyaan tentang faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi kimia.
  3. Mengobservasi: Siswa melakukan percobaan kimia untuk mengamati perubahan suhu dan waktu reaksi dalam variasi kondisi.
  4. Mengasosiasi: Siswa mengaitkan hasil percobaan dengan teori laju reaksi kimia yang mereka pelajari.
  5. Mengkomunikasikan: Siswa menyusun laporan eksperimen yang berisi penjelasan langkah-langkah, hasil, dan kesimpulan.

Model Pembelajaran Saintifik Learning memberikan landasan yang kuat untuk mengembangkan pemahaman yang mendalam dan keterampilan berpikir kritis pada siswa. Dengan mengintegrasikan sintak-sintak ini ke dalam pembelajaran, guru dapat menciptakan lingkungan yang merangsang eksplorasi dan pengembangan potensi siswa secara holistik.

Selamat Mencoba
Salam Inovasi Salam Implementasi

Daftar Pustaka

1. Depdiknas. (2006). Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Departemen Pendidikan Nasional.

2. Prastowo, A. (2015). Pengembangan Bahan Ajar Tematik Terpadu: Konsep, Strategi, dan Implementasinya. Prestasi Pustaka.

3. Marzano, R. J., Pickering, D. J., & Pollock, J. E. (2001). Classroom instruction that works: Research-based strategies for increasing student achievement. ASCD.

4. Wahyudi, R. S. (2019). Pembelajaran Saintifik Menjadi Guru Kreatif. Prenada Media.

Wisnurat
Wisnurat Teacher, Public Speaker, Writer, Blogger, Education Content Creator and Enterpreneur.

Posting Komentar untuk "Membangun Karakter Melalui Implementasi Model Pembelajaran Saintifik Learning"